SwedenTrip (Delayed)

 

Dari bulan Juni aku dapat kabar  bahwa paper aku diterima untuk bisa dipresentasikan di Global Fashion Conference 2016 di Stockholm University pada bulan Oktober. Karena aku pulang Indonesia untuk riset, terbesit untuk bikin visa di Indonesia tapi suami bilang di Turki aja karena lebih murah asuransi dan proses lebih cepet.

Untuk pengurusan visa di Turki melalui VFS, bisa cek di website sini.

VisaSwedia adalah standar syarat-syarat Visa Schengen tapi yang beda dari Swedia kita harus mengisi formulir data keluarga karena waktu itu untuk conference jadi visa Business.

Untuk syarat-syarat bisa dilihat disini  dan download formulir disini.

Untuk menyerahkan formulir juga kita harus bikin janji terlebih dahulu dan karena janji jam 10-an aku harus bangun pagi untuk kejar bikin reservasi tiket pesawat dan asuransi. Sebenarnya agak kurang yakin untuk bisa lolos meskipun semua syarat udah sangat kuat dengan adanya Acceptance Letter dan Invitation Letter dari pihak Swedia karena resident permit saya udah hampir expired, tapi waktu itu mau coba aja siapa tahu bisa masuk Turki lagi via E-visa.

Pas ke VFS, udah rame banget rupanya memang semua Negara Eropa rata-rata bikin disitu. Aku menunggu giliran untuk yang Swedia. Ada kejadian lucu antara customer dan customer service yang adu mulut dan ga mau kalah. Kalau di Turki, CSO itu belum tentu ramah apalagi kalau tiap hari menangani customer yang banyak pasti mereka stress banget.

Tiba giliranku dan orangnya juga galak minta dokumen dikeluarin dari map tapi kasar banget caranya dan aku kurang paham Bahasa Turki-nya. Dia langsung nanya mau ngapain? Kamu disini sebagai apa? Bisa lihat resident permit? Dan jeng-jeng dia lihat mau expired dan dia telpon kedutaan Swedia untuk menanyakan apakah aku bisa apply. Akhirnya aku disuruh menunggu sebentar karena belum ada yang angkat telpon. Setelah beberapa menit menunggu tetap belum ada yang angkat, si petugas bilang nanti kamu kesini aja lagi karena belum diangkat, saya ga berani ambil keputusan untuk kamu, bawa aja dulu dokumen-nya.

Akhirnya aku ke pusat kota untuk melengkapi dokumen yang kurang seperti cetak buku tabungan dan terus kembali lagi ke VFS. Begitu sampai sana si petugas udah liat dan dia bilang tunggu bentar setelah itu baru aku dipanggil. “Kamu ga bisa daftar, karena resident permit kamu kurang dari 1 bulan, kalau kamu mau kamu perpanjang dulu baru bisa daftar”. Biasalah aku ngotot “Tapi ga mungkin appointment-ku untuk permit baru bulan Desember dan ini sangat penting untuk saya hadir di conference itu karena saya pembicara”. “Maalesef, ga bisa. Kedutaan Swedia ga mau terima”.

Hiks… hancur hatiku. Ditolak sebelum bertanding gara-gara Resident Permit mau expired! Sedih banget, lemes.. padahal udah direncanain jauh-jauh hari mau ke Norwegia dan Denmark juga. Untung belum beli tiket.

Sampai rumah aku kabarin professor, katanya dia mau bantu tapi ternyata tetep ga bisa karena registrasi-ku di kampus belum selesai karena aku agak terlambat untuk kasih Thesis Proposal. Sebenarnya bukan salahku juga karena aku udah tanya informasi ke institute katanya bisa kasih proposal pas registrasi, rupanya harus setidaknya dari bulan Mei karena prosesnya sangat lama. Jadi selama 2 minggu aku bolak-balik kampus.

Aku lapor ke panitia acara bahwa aku ga bisa apply dan mereka pun bingung “Bagaimana mungkin kan kami sudah kasih invitation letter?” dan invit itupun juga pake Bahasa Swedia lagi! Waktu itu aku iseng aja pingin me-lobby ke kedutaan Swedia dan aku e-mail-in itu invit. Beberapa kali aku e-mail, “Saya adalah representative dari Negara saya juga dan bla bla” tetep tidak bisa dan akhirnya aku nyerah.. Memang belum rejeki ke Negara Scandinavia padahal udah kebayang karena belum pernah ke Eropa Utara yang katanya Negara terbahagia.

Alhamdulillah panitia berbaik hati untuk memberiku waktu untuk presentasi online jadi aku bikin power point dengan voice recorder dan aku tetap dikasih certificate dan paper ku pun masuk ke conference proceedings. Bahkan dikasih kabar bahwa“Your presentation is outstanding. Everyone enjoys it because there are not many papers about Muslim Fashion especially in Western world”. Untuk paper proceedings bisa dilihat disini ya. Dan kabar baiknya lagi ada publishing company dari USA yang hubungin aku untuk publish paper-ku untuk dijadikan buku karena dia lihat paper-ku di conference ini.

Some things may not happen but some good things may still happen.

Hope I can visit you someday and taste the Swedish Meetball, hehe..

stockholm_final_cover

See you on another adventure story,

Icha Bilal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s